Knowledge Center
Stress
31 Oct 2019
sheilarizkia
102
Share :

Stress adalah cara tubuh menghadapi tekanan atau ancaman. Ketika kamu merasa terancam, sistem saraf akan merespon dengan melepaskan hormon stres, termasuk adrenalin dan kortisol. Jantung akan bekerja lebih cepat, otot menegang, tekanan darah meningkat, napas lebih cepat, dan panca indra akan menjadi lebih tajam. Perubahan fisik ini meningkatkan kekuatan dan stamina, mempercepat waktu reaksi dan meningkatkan fokus. Hal ini sebagai respon dan cara tubuh untuk melindungi dari tekanan atau ancaman. Ketika stress dalam zona nyaman, maka dapat membantu untuk tetap fokus, energik, dan waspada. Dalam situasi darurat, stress dapat memberikan kekuatan ekstra untuk membela diri, misalnya, atau memacu untuk menginjak rem dan membanting stir mobil untuk menghindari kecelakaan. Stress juga dapat membantu memotivasi untuk memenuhi tantangan. Namun ketika stress berada di luar zona nyaman, maka stress dapat mulai mengganggu pikiran dan organ tubuh.

Respon Stres Terhadap Tubuh

Ketika tubuh bereaksi terhadap stress maka tubuh termasuk sistem syaraf akan mempersiapkan diri untuk menghadapi tekanan atau ancaman.

Ketika tubuh tidak berhasil menghadapi stress tersebut, maka dapat berakibat buruk yang dapat menyebabkan kehilangan kesadaran dan mengancam jiwa.

Efek Stres Kronis / Stress yang Berlebihan

Ketika tubuh terus menerus bereaksi menghadapi stress dalam kehidupan sehari-hari, maka dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Stress yang berlebihan mengganggu hampir setiap sistem dalam tubuh. Hal ini dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, mengganggu pencernaan dan sistem reproduksi, meningkatkan tekanan darah, meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke, mempercepat proses penuaan dan membuat lebih rentan terhadap banyak masalah kesehatan mental dan fisik .

Tips untuk Mengatasi Stress

1. Aktifitas Fisik / Olahraga Teratur

Berjalan, berlari, berenang, menari, dan kelas aerobik adalah pilihan yang baik , terutama jika kamu berolahraga dengan penuh kesadaran.

2. Sosialisasi

Bersosialisasi dapat memicu hormon yang mengurangi stress ketika merasa tidak nyaman, tidak yakin, atau tidak aman. Bersikap ramah kepada orang lain dapat mengurangi stress serta dapat memberikan peluang besar untuk memperluas jaringan sosial. Orang yang dapat bersosialisasi dengan baik akan merasa nyaman berbagi emosi sehingga lebih mampu menghadapi stress. Di sisi lain , semakin kesepian dan terisolasi, semakin sedikit kesempatan yang untuk terlibat dalah kehidupan sosialisasi dan semakin besar kerentanan terhadap stress .

3. Luangkan Waktu untuk Relaksasi

Teknik relaksasi seperti yoga , meditasi , dan pernapasan dalam mengaktifkan respon relaksasi tubuh

4. Makan Makanan yang Sehat

Makan makanan yang sehat bukan berarti makan makanan hambar, mengikuti diet ketat, atau menghindari diri dari makanan yang disukai. Namun memeriksa ulang diet yang ada dan mencoba makan baru, memakan buah dan sayuran segar , protein berkualitas tinggi , dan lemak sehat , terutama omega - 3 asam lemak dapat membantu untuk menghilangkan stress dan meningkatkan energi dan menstabilkan suasana hati. Makanan seperti karbohidrat olahan, dan makanan ringan bergula dapat memperburuk gejala stress.

5. Tidur Cukup

Merasa lelah dapat meningkatkan stress dengan menyebabkan berpikir rasional. Pada saat yang bersamaan, stress yang berlangsung lama dapat mengganggu tidur. Tidur yang cukup dapat mengurangi stress, lebih produktif dan emosional yang lebih seimbang .