Knowledge Center
Kenali Morning Blood Pressure Surge (MBPS) Penyebab Serangan Jantung di Pagi Hari
21 Feb 2020
jasmine
79
Share :

Pagi hari adalah waktu paling umum terjadinya gangguan pada jantung seperti serangan jantung, kematian mendadak, atau stroke. Pagi hari juga menjadi waktu dimana banyak perubahan neuhormonal yang penting, seperti aktifnya sistem saraf simpatik (sympathetic nervous system) yang menyebabkan meningkat tajamnya tekanan darah yang sering disebut dengan Morning Blood Pressure Surge (MBPS).


Peningkatan tajam dalam tekanan darah di pagi hari ini umum terjadi pada penderita hipertensi. Hipertensi sendiri adalah faktor risiko paling besar untuk penyakit kardiovaskular, termasuk stroke, penyakit arteri koroner, gagal jantung, penyakit ginjal kronis, dan penyakit arteri aorta dan perifer.


Menurut penelitian, serangan jantung, kematian mendadak, dan stroke paling sering terjadi 4-6 jam pertama setelah bangun tidur. Diperkirakan, MBPS yang berlebihan memiliki hubungan erat dengan kejadian kardiovaskular di pagi hari karena menimbulkan tekanan hemondinamik. Hemodinamik sendiri dapat dijelaskan sebagai dinamika aliran darah.


Normalnya tekanan darah akan turun selama tidur, sehingga lonjakan tajam di pagi hari ini yang membuat jantung mendapat tekanan sehingga terjadi serangan jantung. Kemungkinan serangan jantung karena MBPS ini semakin meningkat saat kondisi jantung sudah tidak prima, contohnya banyak tersumbat plak.


Kemungkinan MBPS dengan risiko serangan jantung di pagi hari ini dapat diakali dengan mengatur pola konsumsi obat hipertensi. Dengan meminum 1 pil obat hipertensi dalam satu waktu bisa saja membuat efek obatnya habis di saat tidur atau saat baru bangun tidur yang juga menyebabkan terjadinya MBPS. Anda bisa mencoba membagi 1 pil obat hipertensi menjadi 2 untuk dikonsumsi di waktu yang berbeda. Tentu saja anjuran ini perlu dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda.


Penyebab lain lonjakan tajam pada tekanan darah di pagi hari adalah sleep apnea, yaitu kondisi dimana pernapasan sering terhenti di tengah tidur. Sleep apnea menyebabkan saluran napas bagian atas menyempit atau otot pernapasan berhenti bergerak. Napas yang berhenti sementara ini bisa terjadi ratusan kali setiap malam. Kondisi ini memberikan tekanan pada tubuh sehingga tubuh memproduksi adrenalin lebih yang membuat tekanan darah ikut naik. Sleep apnea bisa ditandai dengan dengkuran keras selama tidur, kualitas tidur yang terasa buruh, dan rasa kantuk berlebihan di siang hari.


Risiko sleep apnea dapat diturunkan dengan menjaga berat badan yang sehat, mengonsumsi lebih banyak makanan nabati, dan berolahraga secara teratur. Rajin berolahraga, menjaga berat badan sehat, dan menjaga makan juga bisa menjadi solusi untuk menurunkan risiko MBPS secara keseluruhan.

Beli Barang di Artikel ini